Bertekunmenghadapi kehilangan semacam itu tidak berarti bahwa salah untuk mencucurkan air mata kesedihan. Menangisi kematian seseorang yang kita kasihi adalah wajar, dan hal ini sama sekali tidak memperlihatkan kurangnya iman akan harapan kebangkitan. (Kejadian 23:2; bandingkan Ibrani 11:19.) Yesus 'menangis' setelah Lazarus meninggal PENDAHULUAN. Pengakuan iman sangat penting di dalam kehidupan ke-Kristen-an. Selain itu, pengakuan iman juga berpengaruh terhadap kehidupan jemaat (orang Kristen). Pengakuan iman suatu konsep yang harus dipahami dengan benar oleh setiap orang percaya. Sebab di dalam konsep ini, keselamatan manusia tidak ditentukan oleh perbuatan yang dilakukannya, "melainkan berdasarkan anugerah dari Allah UmmuHakim pun menceritakan kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW, kata dia, adalah manusia pemberian maaf. Nabi SAW merupakan manusia berjiwa besar dan sangat pemaaf. Perjuangan Ummu Hakim untuk meluluhkan hati suaminya ternyata benar-benar berhasil. Benih-benih keimanan yang ditaburkannya bersemi di hati Ikrimah. 1Tiada Mukmin salah seorang di antaramu sehingga keadaanku lebih disukainya melebihi kesukaannya kepada bapaknya dan anaknya dan semua manusia. ". "Tiada Mukmin salah seorang di antaramu sehingga mencintai kepada saudaranya sebagai cintanya kepada dirinya sendiri". "Tidak ada iman bagı orang yang tidak ada amanah (kelurusan) padanya ". Sedangkandi dalam buku "Menggapai Qalbun Saliim" Aa Gym menasehatkan kepada kita, bahwa untu k menumbuhkan keteguhan hati , kita membutuhkan tuntunan yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya.Pertama, Kita harus tekun mempelajari ilmu Ma'rifatullah(Mengenal Allah).kedua, kita perlu mengakrabkan diri dengan Alquran, Alquran merupakan obat hati bagi kita. meninggalketika imam Syafi'I masih dalam susuan. Sedangkan ibu imam syafi'I dengan penuh susah payah merawat dan membesarkan imam Syafi'I dalam keadaan yang sangat sederhana. ketika beliau berumur 7 tahun, beliau sudah hafal al-Quran 30 juz Hafal al- Muwatha' Imam Malik dalam usia 10 tahun kemudian mempelajari Fikih lewat Syeikh Muslim Itutidak berarti Allah berjalan di bumi, atau Nuh entah bagaimana caranya pergi ke surga. Tetapi, karena Nuh sepenuhnya menaati Allah dan sangat mengasihi-Nya, bisa dikatakan seolah-olah Yehuwa dan Nuh berjalan bersama seperti sahabat. Ribuan tahun kemudian, Alkitab mengatakan tentang Nuh, "Melalui iman[-nya] ia menghukum dunia." Atasdorongan Imam Ali, Aqil berkata kepada Abu Dzar: "Hai Abu Dzar, apa lagi yang hendak kukatakan kepadamu! Engkau tahu bahwa kami ini semua mencintaimu, dan kami pun tahu bahwa engkau sangat mencintai kami juga. Bertakwa sajalah sepenuhnya kepada Allah, sebab takwa berarti selamat. Dan bersabarlah, karena sabar sama dengan berbesar hati. Dalammenyebarkan ajaran agama Allah Nabi Ibrahim sangat banyak mendapatkan rintangan. Namun kendati demikian Nabi Nuh tetap tabah dalam berdakwah. Seperti arti Ulul Azmi yang berarti memiliki keteguhan hati dan iman yang luar biasa, Nabi Nuh pun terus berdakwah meski sudah bertahun-tahun dakwahnya ditentang kaumnya, kerabat dekatnya Meskipunposisi Ihyâ' di tengah-tengah keilmuan Islam sangat tinggi, bukan berarti kitab ini terlepas sepenuhnya dari koreksi dan kritik. Banyak sekali komentar negatif dan bantahan yang ditujukan kepada Imâm Ghâzali atas karya momumentalnya ini, utamanya dalam studi Hadis yang beliau sajikan. keteguhaniman sangat berarti dalam diri sendiri seseorang EXPLANATION: [B.Arab] #AyoBelajar Iklan Ada pertanyaan lain? Cari jawaban lainnya Pertanyaan baru di B. Arab Sebutkan tiga bukti keesaan Allah SWT di sekitar mu bentuk kejujuran yang dimaksud dalam Quran surat Almaidah ayat 8 adalah Bagisaya, Kyai Hasan adalah potret keteguhan tauhid & iman, beliau akan menepati apa yang beliau ungkapkan, nasihat yang diberikan pasti dijalankan. Malam ini beliau menangis dengan kepergian putra beliau, tapi beliau tidak terlalu hanyut dalam kesedihan beliau terlihat tegar & tabah, beliau hanya selalu berpesan mohon untuk di doakan agar Penolakandan penentangan selalu menjadi pupuk dalam meneguhkan keimanan. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah Ta'ala pasti menerima berbagai penentangan dari kaumnya. Para pengikutnya dicaci dan dibenci sedemikian rupa. Namun mereka tetap teguh pada kebenaran meski orang-orang selalu menghinanya. Keteguhanmempunyai satu kata dasar yaitu "teguh" dimana makna dari kata teguh sendiri berarti kuat, kokoh, kukuh. Maka keteguhan hati ialah kemampuan mengendalikan diri untuk sejenak meninggalkan keinginan semu demi mencapai tujuan jangka panjang dengan hati yang teguh. Sehinggaketika manusia mempunyai rasa iman yang tinggi, berarti mereka telah lahir sebagai insan dalam anugerah kemuliaan. Sehingga kekuatan iman sangat memukau dalam diri manusia, apabila dalam perjalanan nafas manusia selalu terjaga hati dan pikiran melalui kekuatan iman. Semoga Allah SWT selalu memberi keteguhan iman kepada kita e6fp5U. Tsabat bermakna teguh pendirian dan tegar dalam menghadapi ujian serta cobaan di jalan kebenaran. Dan tsabat bagai benteng bagi seorang kader. Ia sebagai daya tahan dan pantang menyerah. Ketahanan diri atas berbagai hal yang merintanginya. Hingga ia mendapatkan cita-citanya atau mati dalam keadaan mulia karena tetap konsisten di jalan-Nya. Dalam Majmu’atur Rasail, Imam Hasan Al Banna menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tsabat adalah orang yang senantiasa bekerja dan berjuang di jalan dakwah yang amat panjang sampai ia kembali kepada Allah subhanahu wa ta'ala. dengan kemenangan, baik kemenangan di dunia ataupun mati syahid. “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah subhanahu wa ta'ala. maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah janjinya”. Al Ahzab 23. Sesungguhnya jalan hidup yang kita lalui ini adalah jalan yang tidak sederhana. Jauh, panjang dan penuh liku apalagi jalan dakwah yang kita tempuh saat ini. Ia jalan yang panjang dan ditaburi dengan halangan dan rintangan, rayuan dan godaan. Karena itu dakwah ini sangat memerlukan orang-orang yang memiliki muwashafat ailiyah, yakni orang-orang yang berjiwa ikhlas, itqan dalam bekerja, berjuang dan beramal serta orang-orang yang tahan akan berbagai tekanan. Dengan modal itu mereka sampai pada harapan dan cita-citanya. “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan dan orang-orang yang meminta-minta dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji dan orang-orang yang bersabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. Al Baqarah 177. Di samping itu, dakwah ini juga senantiasa menghadapi musuh-musuhnya di setiap masa dan zaman sesuai dengan kondisinya masing-masing. Tentu mereka sangat tidak menginginkan dakwah ini tumbuh dan berkembang. Sehingga mereka berupaya untuk memangkas pertumbuhan dakwah atau mematikannya. Sebab dengan tumbuhnya dakwah akan bertabrakan dengan kepentingan hidup mereka. Oleh karena itu dakwah ini membutuhkan pengembannya yang berjiwa teguh menghadapi perjalanan yang panjang dan penuh lika-liku serta musuh-musuhnya. Merekalah orang-orang yang mempunyai ketahanan daya juang yang kokoh. Kita bisa melihat ketsabatan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam. Ketika beliau mendapatkan tawaran menggiurkan untuk meninggalkan dakwah Islam tentunya dengan imbalan. Imbalan kekuasaan, kekayaan atau wanita. Tetapi dengan tegar beliau menampik dan berkata dengan ungkapan penuh keyakinannya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Demi Allah, wahai pamanku seandainya mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini. Niscaya tidak akan aku tinggalkan urusan ini sampai Allah subhanahu wa ta'ala. memenangkan dakwah ini atau semuanya akan binasa’. Demikian pula para sahabatnya ketika menjumpai ujian dan cobaan dakwah mereka tidak pernah bergeser sedikit pun langkah dan jiwanya. Malah semakin mantap komitmen mereka pada jalan Islam ini. Ka’ab bin Malik pernah ditawari Raja Ghassan untuk menetap di wilayahnya dan mendapatkan kedudukan yang menggiurkan. Tapi semua itu ditolaknya sebab hal itu justru akan menimbulkan mudarat yang jauh lebih besar lagi. Kita dapat juga saksikan peristiwa yang menimpa umat Islam pada masa Khalifah Al Mu’tsahim Billah tentang fitnah dan ujian khalqul Qur’an’. Imam Ahmad bin Hambal sangat tegar menghadapi ujian tersebut dengan tegas ia menyatakan bahwa Al Qur’an adalah kalamullah, bukan makhluk sebagaimana yang didoktrin oleh Khalifah. Dengan tuduhan sesat dan menyesatkan kaum muslimin Imam Ahmad bin Hambal menerima penjara dan hukum pukulan dan cambukan. Dengan ketsabatan beliau kaum muslimin terselamatkan aqidah mereka dari kesesatan. Demikian pula kita merasakan ketegaran Imam Hasan Al Banna dalam menghadapi tribulasi dakwahnya. Ia terus bersabar dan bertahan. Meski akhirnya ia pun menemui Rabbnya dengan berondongan senjata api. Dan Sayyid Quthb yang menerima eksekusi mati dengan jiwa yang lapang lantaran aqidah dan menguatkan sikapnya berhadapan dengan tiang gantungan. Beliau dengan yakin menyatakan kepada saudara perempuannya, Ya ukhtil karimah insya Allah naltaqi amama babil jannah. Duhai saudaraku semoga kita bisa berjumpa di depan pintu surga kelak’. Namun memang tidak sedikit kader yang kendur daya tahannya. Ada yang berguguran karena tekanan materi. Tergoda oleh rayuan harta benda. Setelah mendapatkan mobil mewah, rumah megah dan sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam rekeningnya. Membuat semangat dakwahnya luntur. Bahkan ia akhirnya sangat haus dan rakus pada harta benda duniawi yang fana itu. Dan ia jadikan harta benda itu sebagai tahannya. Ada pula yang rontok daya juangnya karena tekanan keluarga. Keluarganya menghendaki sikap hidup yang berbeda dengan nilai dakwah. Keluarganya ingin sebagai keluarga kebanyakan masyarakat yang sekuler. Dengan gaya dan stylenya, sikap dan perilakunya Sehingga ia pun mengikuti selera keluarganya. Ada juga yang tidak tahan karena tekanan politik yang sangat keras. Teror, ancaman, kekerasan, hukuman dan penjara selalu menghantui dirinya sehingga ia tidak tahan kemudian ia pun meninggalkan jalan dakwah ini. Oleh karena itu sikap tsabat mesti berlandaskan keistiqamahan pada petunjuk Allah subhanahu wa ta'ala. Al Istiqamah alal Huda. Berpegang teguh pada ketaqwaan dan kebenaran hakiki, tidak mudah terbujuk oleh bisikan nafsu rendah dirinya sekalipun. Sehingga dirinya kukuh untuk memegang janji dan komitmen pada nilai-nilai kesucian. Ia tidak memiliki keinginan sedikit dan sekejap pun untuk menyimpang lalu mengikuti kecenderungan hina dan tipu muslihat setan durjana. Dan sikap ini harus terus di-ri’ayah dengan taujihat dan tarbawiyah sehingga tetap bersemayam dalam sanubari yang paling dalam. Dengan bekalan itu seorang kader dakwah dapat bertahan berada di jalan dakwah ini. Melalui sikap teguh ini perjalanan panjang menjadi pendek. Perjalanan yang penuh onak dan duri tidak menjadi hambatan untuk meneruskan langkah-langkah panjangnya. Bahkan ia dapat melihat urgensinya sikap tsabat dalam dakwah. Adapun urgensi tsabat dalam mengemban amanah dakwah ini di antaranya 1. Dalalah salamatil Manhaj Bukti jalan hidup yang benar Jalan hidup ini sangat beragam. Ada jalan yang baik ada pula yang buruk. ada yang menyenangkan ada pula yang menyusahkan. Dan sikap tsabat menjadi bukti siapa-siapa yang benar jalan hidupnya. Mereka berani menghadapi jalan hidup bagaimanapun selama jalan itu menghantarkan pada kemuliaan meski harus merasakan kepahitan atau kesusahan. Sikap tsabat ini melahirkan keberanian menghadapi realita hidup. Pantang menyesali kondisi diri apalagi menyalahkan keadaan. Ia tidak cengeng dan ngambekan karena beragam persoalan yang mengelutinya. Malah ia mampu mengendalikan permasalahan dan menemukan harapan besar untuk ia raih. Amatlah pantas perintah Allah subhanahu wa ta'ala. pada orang beriman tatkala menghadapi musuh agar mengencangkan jiwa yang tegar dan konsisten pada keyakinannya. “Hai orang-orang yang beriman apabila kamu menghadapi satu pasukan maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah nama Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. Al Anfal 45. Dengan demikian mereka yang tsabat dalam jalan dakwah ini menjadi pilihan hidupnya. Lantaran ia tahu dan berani menerima kenyataan yang memang harus ia alami. Dan muncullah sikap sang ksatria yang gagah berani meniti jalan hidupnya bersama dakwah ini. Pujangga termasyhur, Al Buhturi dalam baris syairnya ia mengungkapkan bahwa jiwa yang berani hidup dengan menghadapi resiko apapun dan tetap tegar berdiri di atas pijakannya adalah nafsun tudhi’u wa himmatun tatawaqqadu, jiwa yang menerangi dan cita-cita yang menyala-nyala’. Sebab jiwa yang semacam itu menjadi bukti bahwa ia benar dalam mengarungi bahtera hidupnya. 2. Mir’atus Syakhshiyatil Mar’i Cermin kepribadian seseorang Sikap tsabat membuat pemiliknya menjadi tenang. Dan ketenangan hati menimbulkan kepercayaan. Kepercayaan menjadi modal utama dalam berinteraksi dengan banyak kalangan. Karena itu sikap tsabat menjadi cermin kepribadian seorang muslim. Dan cermin itu berada pada bagaimana sikap dan jiwa seorang mukmin dalam menjalani arah hidupnya. juga bagaimana ia menyelesaikan masalah-masalahnya. Semua orang sangat membutuhkan cermin untuk memperbaiki dirinya. Dari cermin kita dapat mengarahkan sikap salah kepada sikap yang benar. Dan cermin amat membantu untuk mempermudah menemukan kelemahan diri sehingga dengan cepat mudah diperbaikinya. Amatlah beruntung bagi diri kita masih banyak orang yang menjual cermin. Agar kita semakin mudah mematut diri. Karenanya, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam. mendudukkan peran seorang mukmin bagi cermin bagi mukmin lainnya. Karenanya seorang ulama memberi hadiah pada kawannya yang diberi amanah kepemimpinan sebuah cermin antik yang besar. Rupanya hadiah itu membuat sang teman ini menangis dan menginsafi diri. Lalu memahami betul bahwa hadiah cermin antik tersebut bukan untuk pajangan rumahnya melainkan sebagai upaya nasihat. Nasihat yang tulus dari ulama shalih bijak untuk mengingatkan temannya agar dapat memperbaiki diri dalam mengemban amanah kepemimpinannya. Dan sikap tsabat adalah cermin bagi setiap mukmin. Karena tsabat dapat menjadi mesin penggerak jiwa-jiwa yang rapuh. Ia dapat mengokohkannya. Tidak sedikit orang yang jiwa mati hidup kembali lantaran mendapatkan energi dari ketsabatan seseorang. Ia bagai inspirasi yang mengalirkan udara segar terhadap jiwa yang limbung menghadapi segala kepahitan. Seorang ulama mengingatkan kita, berapa banyak orang yang jiwa mati menjadi hidup dan jiwa yang hidup menjadi layu karena daya tahan yang dimiliki seseorang. Dan di situlah fungsi dan peran tsabat. 3. Dharibatut Thariq ilal Majdi war Rif’ah upaya untuk menuju kesuksesan dan kejayaan Setiap kesuksesan dan kejayaan memerlukan sikap tsabat. Istiqamah dalam mengarungi aneka ragam bentuk kehidupan. Tentu tidak akan ada kesuksesan dan kejayaan secara cuma-cuma. Ia hanya akan dapat dicapai manakala kita memiliki pra syaratnya. Yakni sikap tetap istiqamah menjalani hidup ini. Tidak neko-neko. Seorang murabbi mengingatkan binaannya dengan mengatakan, Peliharalah keteguhan hatimu, karena ia bentengmu yang sesungguhnya. Barang siapa yang memperkokoh bentengnya niscaya ia tidak akan goyah oleh badai sekencang apapun. Dan ini menjadi pengamanmu’. Begitulah nasihat banyak ulama kita yang mengingatkan agar kita berupaya secara maksimal mengokohkan kekuatan hati dan keteguhan jiwa agar mendapatkan cita-cita kita. Juga terhadap jalan dakwah. Kegemilangan jalan suci ini hanya dapat diraih dari sikap konsisten terhadap prinsip dakwah ini. Yang tidak mudah bergeser karena tarikan-tarikan kepentingan yang mengarah pada kecenderungan duniawiyah. Tanpa sikap tsabat, pelaku dakwah ini akan terseret pada putaran kehancuran dan kerugian dunia dan akhirat. “Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami. Dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. Dan kalau Kami tidak memperkuat hatimu niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka. Kalau terjadi demikian benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu siksaan berlipat ganda di dunia ini dan begitu pula siksaan berlipat pula sesudah mati dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami”. Al Isra’ 73 – 75. Sikap ini menjadi daya tahan terhadap bantingan apapun dan dari sanalah ia mencapai kejayaannya. Sebagaimana yang diingatkan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam. pada Khabab bin Al Arts agar tetap bersabar dan berjiwa tegar menghadapi ujian dakwah ini bukan dengan sikap yang tergesa-gesa. Apalagi dengan sikap yang menginginkan jalan dakwah ini tanpa hambatan dan sumbatan. 4. Thariqun litahqiqil Ahdaf Jalan untuk mencapai sasaran Untuk mencapai sasaran hidup yang dikehendaki tidak ada jalan lain kecuali dengan bermodal tsabat. Teguh meniti jalan yang sedang dilaluinya. Meski perlahan-lahan. alon-alon asal kelakon’. Tidak tertarik untuk zig-zag sedikit pun atau sesekali. Melainkan mereka lakukan terus-menerus meniti jalannya dengan sikap tetap istiqamah. Bahkan dalam dunia fabel dikisahkan kura-kura dapat mengalahkan kancil mencapai suatu tempat. Kura-kura meski jalan pelan-pelan namun akhirnya menghantarkan dirinya pada tempat yang dituju. Imam Athaillah As Sakandary menasihatkan muridnya untuk selalu tekun dalam berbuat agar meraih harapannya dan tidak cepat lelah atau putus asa untuk mendapatkan hasilnya. Barang siapa yang menggali sumur lalu berpindah pada tempat yang lain untuk menggali lagi dan seterusnya berpindah lagi maka selamanya ia tidak akan menemukan air dari lubang yang ia gali. Tapi bila kamu telah menggali lubang galilah terus hingga kamu dapatkan air darinya meski amat melelahkan’ Kitab Tajul Arus. Karenanya ketekunan dan ketelatenan menjadi alat bantu untuk mencapai cita-cita dan harapan yang dikehendakinya. Dan kedua hal itu merupakan pancaran sikap tsabat seseorang. Tsabat meliputi beberapa aspek yakni Pertama, Tsabat Ala dinillah, teguh terhadap agama Allah subhanahu wa ta'ala. Keteguhan pada masalah ini dengan tidak menanggalkan agama ini dari dirinya walaupun kematian menjadi ancamannya. Sebagaimana wasiat yang selalu dikumandangkan oleh Khatib Jum’at agar senantiasa menjaga keimanan dan ketaqwaan sehingga mati dalam keadaan muslim. Ini pula yang menjadi wasiat para Nabi kepada keturunannya. “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya. Demikian pula Ya’kub. Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu. Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Al Baqarah 132. Wasiat ini untuk menjadi warning pada kaum muslimin agar tetap memelihara imannya. Jangan mudah tergiur oleh kesenangan dunia lalu mengganti keyakinannya dengan yang lain. Menjual agamanya dengan harga mie instan atau sembako. Atau menukar prinsip hidupnya dengan kemolekan tubuh wanita. Atau ia mau mengganti aqidahnya dengan lowongan kerja dan karirnya. Na’udzu billahi min dzalik. Kedua, Tsabat Alal Iltizam bidinillah, Tetap komitmen pada ajaran Allah subhanahu wa ta'ala. baik dalam ketaatan maupun saat harus menerima kenyataan hidup. Ia tidak mengeluh atas apa yang menimpa dirinya. Ia tegar menghadapinya. Bangunan komitmennya tidak pernah pudar oleh kenyataan pahit yang dirasakannya. Keluhan dan penyesalan bukanlah solusi. Malah menambah beban hidup. Oleh karena itu keteguhan dan kesabaran menjadi modal untuk menyikapi seluruh permasalahannya. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam. Bersabda As Shabr fihim ala dinihi kal qabidh alal jumari’. Mereka yang menjaga komitmennya pada ajaran Allah senantiasa memandang bahwa apa saja yang diberikan-Nya adalah sesuatu yang baik bagi dirinya. Persepsi ini tidak akan membuat goyah menghadapi pengamalan pahit segetir apapun. Dan sangat mungkin merubahnya menjadi kenangan manis yang patut diabadikan dalam kumpulan album kehidupannya. Sebab segala pengalaman pahit bila mampu diatasi dengan sikap tegar maka ia menjadi bahan nostalgia yang amat mahal. Ketiga, Tsabat Ala Mabda’ id Dakwah, teguh pada prinsip dakwah yang menjadi rambu-rambu dalam memberikan khidmatnya pada tugas agung ini. Memprioritaskan dakwah atas aktivitas lainnya sehingga dapat memberikan kontribusinya di jalan ini. Tanpa kenal lelah dan henti. Ia selalu terdepan pada pembelaan dakwah. Walau harus menderita karena sikapnya. Ketenangan dan kegusaran hatinya selalu dikaitkan dengan nasib dakwah. Ia tidak akan merasa nyaman bila dakwah dalam ancaman. Karena itu ia berupaya untuk selalu disiplin pada prinsip dakwah ini. Bergeser dari prinsip ini berakibat fatal bagi dakwah dan masa depan umat. Perhatikanlah peristiwa Uhud, Bir Ma’unah dan lainnya. Peristiwa yang amat memilukan dalam sejarah dakwah tersebut di antaranya disebabkan oleh ketidakdisiplinan kader pada prinsip dan rambu dakwah. 5. Izzatu Junudid Da’wah harga diri seorang kader dakwah Saat ini kita memasuki era di mana tantangan dan peluang sama-sama terbuka. Dapat binasa lantaran tidak tahan menghadapi tantangan atau ia berjaya karena mampu membuka pintu peluang seluas-luasnya. Karena itu kita dituntut untuk bersikap tsabat dalam kondisi dan situasi apapun. Senang maupun susah, sempit ataupun lapang. Tidak pernah tergoda oleh bisikan-bisikan kemewahan dan kegemerlapan lalu tertarik padanya dan lari dari jalan dakwah. Tsabat tidak mengenal waktu dan tempat, dimana pun dan kapan pun. Kita tetap harus mengusung misi dan visi dakwah kita yang suci ini. Untuk menyelamatkan umat manusia dari kehinaan dan kemudaratan. Dengan jiwa tsabat ini kader dakwah memiliki harga diri di mata Allah subhanahu wa ta'ala. maupun di mata musuh-musuhnya. Melalui sikap ini seorang kader lebih istimewa dari pada kebanyakan orang. Dan ia menjadi citra yang tak ternilai harganya. Imam Hasan Al Banna menegaskan, janganlah kamu merasa kecil diri, lalu kamu samakan dirimu dengan orang lain. Atau kamu tempuh dalam dakwah ini jalan yang bukan jalan kaum mukminin. Atau kamu bandingkan dakwahmu yang cahayanya diambil dari cahaya Allah dan manhajnya diserap dari sunnah Rasul-Nya dengan dakwah-dakwah lainnya yang terbentuk oleh berbagai kepentingan lalu bubar begitu saja dengan berlalunya waktu dan terjadinya berbagai peristiwa. Kuncinya adalah Tsabat dalam jalan dakwah ini’. Kalau begitu bagaimana bangunan tsabat yang kita miliki?. Wallahu alam bishshawwab. “Duhai pemilik hati, wahai pembolak balik jiwa, teguhkanlah hati dan jiwa kami untuk senantiasa berpegang teguh pada agama-Mu dan ketaatan di jalan-Mu”. Referensi Berbagai Sumber Iman menurut KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah percaya. Sedangkan menurut istilahiman dalam islam berarti percaya dalam hati, dinyatakan dengan ucapan, serta diamalkan dengan perbuatan sehari hari. Dalam kehidupan dunia ini kita menyadari ada begitu banyak benda di sekitar yang dapat dilihat dan dipegang, ada pula berbagai keajaiban yang tidak memungkinkan jika diciptakan oleh manusia. Di bumi tempat tinggal kita ada berbagai ciptaan yang luar biasa mulai dari gunung, lautan, hujan, dan berbagai ciptaan alami angkasa juga kita melihat berbagai benda yang indah seperti bulan dan matahari, langit yang amat luas, dan bintang bintang yang tak terhitung jumlahnya. Semua itu tentu tidak mungkin ada sendirinya, Rabb kita Yang Maha Kuasa lah yang menciptakan itu semua. Hal ini tercantum jelas dalam firman Allah berikut “Dan Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya”. QS Al Furqan 59Sebagai umat muslim, kita harus beriman dengan percaya kepada Allah, percaya pada kekuasaannya, mengikuti segala perintah dan larangan Nya, serta membuktikan kepercayaan tersebut dengan melakukan amalan kebaikan,sebab iman menjadi dasar atau awal dari dijalankannya amal amal kebaikan yang lainnya, berikut 17 keutamaan iman dalam islam 1. Nikmat yang Paling Utama dan IstimewaMerupakan nikmat yang paling istimewa jika seseorang diberikan rasa iman dalam hatinya, dengan keimanan, seseorang seorang hamba tidak akan ragu dalam menjalankan perintah dan menjauh larangan Nya,iman ada karena hidayah dari Allah dan ketekunan seorang hamba dalam beribadah, jika seorang hamba percaya seutuhnya pada takdir Allah, secara langsung ia akan menjadi orang yang sungguh sungguh dalam menjalankan setiap amal kebaikan.“Dan Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci pada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang orang yang mengikuti jalan lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana”. QS Al Hujurat 7-82. Mendapat Kebahagiaan Dunia AkheratOrang yang beriman akan bersungguh sungguh dalam menjalankan amal kebaikan sebab ia percaya Allah selalu ada dan dia mendapat kebahagiaan dunia berupa ketenangan hidup sebagai buah dari keimanannya dan kebahagiaan akherat menjadi tujuan utamanya. “Barangsiapa mengerjakan amal saleh dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan pahala jauh lebih baik dari apa yang mereke kerjakan”. QS An Nahl 973. Selamat dari Azab Neraka“Wajah wajah orang beriman pada hari itu berseri seri. Kepada Tuhannya lah mereka melihat”. QS Al Qiyamah 22-23. Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah janji Allah untuk hamba Nya bahwa orang orang yang beriman akan mendapat kenikmatan berupa kebahagiaan di akherat nanti sebab Allah menjauhkannya dari azab Mendapat Kenikmatan Memandang Wajah AllahKenikmatan yang paling tinggi di akherat ialah memandang wajah Allah yang hanya akan dialami oleh para penghuni surga, hanya orang orang beriman yang di akherat nanti akan mendapat kenikmatan tersebut,“Sesungguhnya kalian orang orang yang memiliki iman akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, kalian tidak berdesak desakan dalam melihatnya”. HR Muslim5. Menjadi Orang yang TeguhOrang yang mendapat anugrah keimanan dari Allah akan menjadi orang yang paling kuat dan berpegang teguh dalam menjaga dan mengamalkan amal perbuatannya, Allah akan memberinya kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi tiap musibah dan terhindar dari jalan yang sesat.“Allah meneguhkan orang orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akherat”. QS Ibrahim 276. Mendapat Petunjuk dari AllahPetunjuk dalam hal ini ialah petunjuk dalam kehidupan sehari hari, yakni petunjuk tentang syariat islam, petunjuk ketika menghadapi berbagai ujian, dan petunjuk ketika seseorang membutuhkan sebuah keputusan penting. Allah akan memberinya petunjuk sehingga orang tersebut terhindar dari keburukan duniawi dan jalan yang sesat. “Kami tunjuki dengan dia siapa yang beriman dan yang Kami kehendaki diantara hamba hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. QS As Syura 527. Merupakan Ajaran Inti yang Agung dan Pondasi yang KuatTerdapat sebuah hadist yang diriwayatkan Umar bin Al Khattab tentang kisah datangnya Malaikat Jibril dan bertanya kepada Rasulullah, “Kabarkanlah kepadaku tentang iman! Rasulullah menjawab engkau beriman kepada Allah, malaikat malaikat Nya, kitab kitab Nya, rasul rasul Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk”. HR Muslim. Hadist tersebut mengungkapkan bahwa iman adalah sebuah pondasi dasar untuk menjalankan berbagai amalan lainnya, dimulai dari iman kepada Allah hingga iman kepada takdir Bukti atau Wujud Nyata Menyembah kepada AllahRasulullah menafsirkan keimanan dengan amalan yang nyata perbuatan dan lisan, bukan dengan amalan hati saja. Sebab iman dibangun dengan keyakinan dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan. “Tahukah kalian apa itu beriman kepada Allah? Yaitu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah dan menegakkan shalat, membayar zakat, serta berpuasa di bulan Ramadhan”. HR Muslim. Hadist tersebut menjelaskan bahwa iman disempurnakan dengan amalan nyata secara lisan dengan bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan amalan nyata dengan tindakan berupa shalat Wujud Cinta kepada Rasul Nya“Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian sampai aku Rasulullah lebih dia cintai dari orang tuanya, anak anaknya, dan seluruh manusia”. HR Bukhari. Penjelasan dari hadist tersebut ialah iman bukan hanya kepada Allah saja tetapi juga kepada Rasul Nya dan dibuktikan mengikuti perintah atau sunnah sunnah beliau, membenarkan apa yang beliau kabarkan, dan menjauhi yang beliau larang, walaupun hal itu bertentangan dengan urusan atau kebiasaan dalam keluarga nya, sebab syariat agama memiliki tempat yang tertinggi dan tidak dibenarkan mengikuti hal yang maksiat walaupun hal itu dilakukan oleh orang Mendapat Ampunan atas Dosa DosaSetiap manusia tentu pernah berbuat dosa atau khilaf, baik karena lalai atau berada pada kondisi yang dia belum mendapat petunjuk tentang nya. Allah senantiasa menerima taubat hamba Nya apalagi jika hamba Nya tersebut memiliki kepercayaan sepenuhya pada Allah, yakni percaya bahwa Allah maha Esa dan senantiasa memberikan pintu ampunan untuk hamba Nya, “Jika kamu benar benar mencintai Allah ikutilah aku Rasulullah, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa dosa mu”. QS Ali Imran 3111. Terhindar dari Sifat Dengkiiri dengki dalam islam berarti tidak suka terhadap kebahagiaan atau kebaikan yang didapat orang lain, orang yang beriman akan terhindar dari sifat tersebut sebab ia merasa cukup dengan adanya Allah dalam hatinya dan merasa bahagia pula dengan kebahagian yang didapat saudaranya. Rasulullah pernah bersabda mengenai kesempurnaan hati orang yang beriman, “Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan untuk saudaranya seperti sesuatu yang dia cintai untuk dirinya”. HR Bukhari12. Menjadi Orang yang Amanah“Bukanlah keimanan bagi mereka yang tidak memiliki amanah”. HR Muslim. Orang yang beriman akan menjalankan kewajibannya dengan sungguh sungguh yaitu dengan menjaga hak hak dalam menunaikan tugas, misalnya dalam salah satu perintah Allah ialah berzakat, ia akan memberikan sebagian harta nya kepada yang berhak dengan niat karena Allah. amanah dalam islam sudah sangat jelas wajib diutamakan dan dijunjung tinggi ya sobat. Tidak boleh kita acuh tak acuh dengan amanah yang sudah diberikan kepada orang lain kepada Terhindar dari Perbuatan Maksiat“Tidaklah seseorang berzina, minum minuman keras, atau melakukan pencurian dalam keadaan beriman”. HR Bukhari. Jelas dari hadist tersebut bahwa orang yang beriman senantiasa mewujudkan keimanannya dengan tindakan nyata berupa amal kebaikan sehingga dia tidak mungkin menjalankan perbuatan Mendapat Ketentraman Hati“Orang yang beriman hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah”. QS Ar Rad 13.15. Mendapat Naungan Allah di Hari KiamatDi hari kiamat akan terjadi peristiwa yang tidak bisa dibayangkan dengan akal sehat, salah satu nya adalah matahari yang didekatnya jaraknya hingga hanya 1 mil dengan manusia, dll. Hal itu tentu menjadi sesuatu yang sangat berat bagi orang orang kafir, tapi tidak halnya dengan orang yang beriman, Allah akan melindungi nya dari berbagi kesulitan dan siksaan di hari kiamat. “Kami menolong para Rasul Kami dan orang orang yang beriman pada hari berdirinya saksi saksi hari kiamat”. QS Al Mu’min 5116. Tidak Bergantung pada Makhluk LainArtinya ialah orang yang beriman senantiasa yakin dan percaya kepada Allah, hanya berusaha dan berdoa kepada Nya sehingga tidak memiliki sikap menggantungkan diri pada makhluk Perintah Wajib dari RasulullahRasulullah memerintahkan agar umat Nya memiliki rasa iman percaya kepada Allah, beliau juga senantiasa berdoa agar mendapat hidayah dari rasa keimanan tersebut, “Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan keimanan. Dan jadikanlah kami sebagai orang yang mendapat petunjuk serta memberi petunjuk kepada orang lain” HR MuslimDemikian artikel tentang keutamaan iman kepada Allah, semoga membuat kita menajdi semakin percaya pada Allah yang maha Esa dan lebih bersemangat dalam mewujudkannya dengan berbuat amal kebaikan dari lisan dan tindakan kita.

keteguhan iman sangat berarti dalam