Kode Etik Pariwisata Dunia diharapkan dapat mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan, dalam hal ini manfaat kegiatan pariwisata terbagi secara merata antara semua sektor masyarakat, dalam ruang lingkup ekonomi internasional yang bebas dan terbuka. Disisi lainnya konsep Tri Hita Karana untuk melihat dan mengamati bagaimana lembaga atau organisasi pariwisata bekerja melalui kegiatan pariwisata. Selain itu, kunci sukses pengelolaan desa wisata menjadi bagian penting dari penelitian ini. Dengan kata lain, keberhasilan organisasi pariwisata dalam mengelola potensi pariwisata merupakan tujuan utama penelitian ini. INDIKATOR PENGEMBANGAN PA‐ Meskipun mudah mendefinisikan RIWISATA BERKELANJUTAN rural tourism sebagai "pariwisata yang Indikator merupakan alat untuk terdapat/terjadi di pedesaan", definisi mengukur informasi sehingga seorang ini belum mencakup kompleksitas pengambil keputusan dapat mengu- dari seluruh kegiatan, dan bentuk ser- rangi peluang 2 T Prasetyo Hadi Atmoko, “Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata Brajan Kabupaten Sleman,” Media Wisata, 12(2), (2014). 3 Ibid 4 Vitria Aryani et al, Buku Pedoman Desa Wisata, 1st ed. (Jakarta: Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, 2019). 5 Badan Pusat Statistik, Statistik Kunjungan Wisatawan pariwisata, prinsip ek onomi dan prinsip partis ipasi masyarakat. Peneliti menyarankan kepada pengelola untuk tetap mengevaluasi secara t erus menerus dalam pengembangan ekowisata a ir Abstract and Figures. Buku Pengelolaan Destinasi Pariwisata ini menawarkan pembahasan tentang konsep pengelolaan destinasi pariwisata yang berorientasi pada prinsip-prinsip pariwisata Berangkat dari dampak positif pengembangan destinasi wisata yang ada, penelitian ini ingin melihat bagaimana pariwisata berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, pelestarian kebudayaan yang Pariwisata Berbasis Masyarakat. memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendekatan perencanaan. ini mengakui adanya perha an dan pemikiran. memasukkan kepen ngan masyar akat dalam perencanaan. pariwisata Hal berbeda dengan pengembangan pariwisata alternatif. Dari ukuran kegiatan, pariwisata alternatif jauh lebih kecil dari pariwisata masal. Koslowski dan Travis (dalam Kusuma Negara, 2012) menyebutkan bahwa pariwisata alternatif adalah suatu bentuk kegiatan kepariwisataan yang tidak merusak Pengembangan Destinasi Pariwisata Menurut UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, daerah tujuan wisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang spesifik berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat kegiatan kepariwisataan dan dilengkapi "Ini sudah dituangkan ke dalam beberapa peraturan Menteri Pariwisata dan dilakukan dalam konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan," kata Sandiaga Latar belakang ide tersebut adalah mewujudkan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang meliputi Sustainable Tourism Destination, Sustainable Tourism Observatory, Sustainable Tourism Modal pariwisata perlu dimanfaatkan dalam pengembangan dan meningkatkan mutu daerah tujuan wisata, untuk melaksanakan terciptanya kondisi yang diharapkan dalam mengembangkan pariwisata maka perlu adanya sapta pesona. Sapta pesona adalah kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka Pariwisata. Pariwisata merupakan suatu kegiatan perjalanan. sementara oleh perorang maupun kelompok untuk. berkunjung ke tempat wisata dengan tujuan. rekreasi. Jenis pariwisata yang dilakukan seseorang. tergantung pada tujuannya. Misalnya, tujuan. Telaah penerapan prinsip-prinsip ekowisata oleh pramuwisata DKI Jakarta dilakukan juga berdasarkan jenjang lisensi (pramuwisata muda, pramuwisata madya, tour leader), dengan hipotesis sebagai Pengembangan pariwisata di arahkan untuk pengembangan pariwisata pedesaan dan pariwisata yang ditunjang oleh industrI kecil, 3. 3. Pengembangan daya tarik wisata melalui atraksi yang berbasis pada alam, seni dan budaya, sistem sosial serta kehidupan masyarakat (living culture). FXlbId.

bagaimana prinsip pengembangan kegiatan pariwisata